Jumat, 10 September 2021

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI DAN TRANPORTASI

 

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI INFORMASI DAN TRANPORTASI

1.      Sejarah Perkembangan Komunikasi Informasi

Antara teknologi komunikasi dan informasi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses atau mentransfer data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Sedangkan teknologi informasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan input, proses, dan ouput dalam sebuah pemrosesan informasi. Perkembangan teknologi komunikasi dimulai tahun 1875 ketika Alexander Graham Bell menciptakan telepon. Telepon ini kemudian dihubungkan dalam jaringan kabel yang menghubungkan antar daerah. Jaringan kabel telepon merupakan infrastruktur pertama yang dibangun manusia untuk kepentingan komunikasi global.

Tahun 1895 teknologi komunikasi semakin bertambah dengan ditemukannya radio oleh Guglielmo Marconi

Tahun 1940 berkembang transmisi audio-visual tanpa kabel dalam bentuk siaran Tahun 1945 Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menciptakan computer pertama yang dinamakan Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC) untuk kepentingan militer

Perjalanan teknologi dan komunikasi semakin menjadi dengan ditemukannya Interconnection Networking (Internet) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat tahun 1969. Melalui internet komunikasi dengan jarak yang tidak terhingga dapat dilakukan melalui saluran telepon.

Kini akses internet semakin popular, tidak hanya sebatas alat untuk berkomunikasi melainkan sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern

2.      Jenis-Jenis Teknologi Komunikasi dan Informasi

a.      Handphone


Handphone merupakan telpon genggam berbentuk kecil yang bisa dibawa kemana saja.


b.      Radio internet

Radio internet merupakan layanan penyiaran audio yang ditransmisikan melalui internet



c.      Televisi Teknologi Tinggi

Televisi teknologi tinggi merupakan perkembangan televisi dengan fitur dan fungsi yang lebih modern


d.      Media Sosial

Media social merupakan media online yang para penggunanya dapat berinteraksi secara aktif dan up to date melalui blog, jejaring social, wiki, forum, dan dunia virtual. Akses yang diminati orang banyak sekarang ini adalah Facebook, Instagram, youtube dan Twitter


3.      Sejarah perkembangan teknologi transportasi


Zaman sudah semakin modern, sarana transportasi sudah semakin maju. Mulai dari transportasi berupa ojek online sampai roket menuju luar angkasa, semuanya ada sekarang. 
Transportasi didefinisikan sebagai sarana pengangkut yang memudahkan perpindahan manusia maupun barang dari satu tempat ke tempat lain
Pasca Revolusi Industri di Inggris dunia transportasi berjalan begitu cepat. Transportasi dapat dimanfaatkan sebagai sarana mobilitas manusia, arus distribusi barang dan jasa, maupun keperluan perang
James Watt dikenal sebagai pengembang mesin uap.Tahun 1801 Richard Trevithick menciptakan kereta api uap. Selain itu tenaga uap juga digunakan pada kapal laut. Tahun 1858 Jean Lenoir menciptakan mobil yang digerakan dengan menggunakan mesin pembakaran dalam. Tahun 1879 Werner Von Siemens menciptakan kereta api listrik. Tahun 1885 Gottlieb Daimier dan Wilhem Maybach merakit sepeda motor dengan mesin berbahan bakar.Tahun 1899 Ferdinan Von Zeppelin menerbangkan balon udara. Tahun 1903 Orville dan Wilbur Wright menerbangkan pesawat terbang. Semua jenis transportasi dari mulai kereta api, kapal laut, mobil, motor, balon udara, sampai pesawat terbang masih bisa kita temui dan nikmati pada masa sekarang. Semuanya itu seiring berjalannya waktu semakin disempurnakan dari sisi teknologi dan permesinan, daya tampung, daya jelajah, serta penggunaan bahan bakar.

Jenis-jenis Teknologi Transportasi

 

a.      Kereta Api Cepat

Dunia kereta api berkembang dari sisi kecepatan, penggunaan energy, sarana dan prasarana, tingkat keamanan, dan jalur yang digunakan. Kereta api cepat pertama dikemb
angkan oleh Jepang tahun 1964 dengan nama Shinkansen memiliki kecepatan 320 km per jam. 


 

kereta api cepat

b. Mobil Cepat

Mobil Cepat


Mobil dengan kecepatan tinggi, hemat energy, ramah lingkungan, dan dilengkapi fitur-fitur modern serta canggih menjadi kebutuhan bagi para pengguna mobil cepat. Mobil tercepat di dunia pada tahun 2017 ini dimiliki oleh Hennessey Venom GT dengan mesin turbo yang dapat melaju pada top speed 435,3 km per jam dengan akselerasi 100 km per jam

c.      Motor Cepat

Motor tercepat dunia di produksi tahun 2003 dengan nama Dodge Tomahawk. Motor ini memiliki kecepatan 675,9 km per jam dan dapat menampung 8,3 liter bensin.

d. Pesawat Cepat

Pesawat komersil tercepat dunia adalah pesawat Concorde yang dikembangkan oleh perusahaan Boeing dan NASA dengan kecepatan 2500 mil per jam. Dengan asumsi jarak London-Sydney bisa ditempuh hanya dalam waktu 4 jam, yang jika dibandingkan pesawat komersil biasa memerlukan waktu 20 jam lebih


e. Kapal Cepat




Kapal tercepat dunia bernama Fransisco yang dikembangkan tahun 2013 oleh perusahaan Incat (Australia). Kapal ini berbahan bakar gas, ramah lingkungan, memiliki daya tampung besar, dan dapat menempuh kecepatan 58 knot atau 67 mil per jam.

4. Dampak Teknologi Komunikasi Informasi

a.   a.  Memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai informasi secara cepat, kapan saja, dan dimana saja

b.    b   Membuka wawasan terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

c.       Mendorong modernisasi dan perubahan dalam masyarakat

d.       Melahirkan gaya hidup baru terutama pada masyarakat perkotaan

e.       Membuka jaringan social, politik, ekonomi, dan budaya secara lebih luas dan global

 

5.      Dampak Teknologi Transportasi

a.       Memudahkan masyarakat dalam melakukan mobilitas sosial geografis

b.       Membuka ruang antara satu tempat dengan tempat lainnya

c.       memperlancar arus produksi, distribusi, dan konsumsi barang atau jasa

d.       Menambah fasilitas dan pelayanan dalam transportasi berbasis public

e.       Sebagai tolak ukur kemajuan pembangunan di suatu negara

 


Jumat, 03 September 2021

 

2.      Dampak Teknologi Luar Angkasa manusia

a.       Dampak Positif

1)     Berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

2)     Meningkatkan akses informasi dan komunikasi

3)     Melahirkan jenis usaha baru yang bergerak di bidang luar angkasa

4)     Sebagai sarana pariwisata dengan dipopulerkannya wisata luar angkasa

5)     Sebagai sarana pertahanan dan keamanan lokal, nasional, regional maupun global

b.       Dampak Negatif

1)     Menciptakan potensi konflik atau perang antara Negara

2)     Penyalahgunaan teknologi luar angkasa menjadi sejenis senjata pemusnah massa yang mengancam umat manusa

3)     Sering terjadi kecelakaan atau project gagal yang memakan korban jiwa

4)     Polusi luar angkasa yang diakibatkan menumpuknya sampah-sampah satelit di luar angkasa

5)     Penggunaan anggaran biaya yang dikeluarkan sangat besar

 

3.      Dampak Teknologi Persenjataan

a.       Dampak Positif

1)     Berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

2)     Melahirkan jenis usaha baru yang bergerak di bidang persenjataan

3)     Sebagai sarana pertahanan dan keamanan local, nasional, regional, dan global

4)     Membantu pembangunan sarana dan prasarana fisik yang bersifat berat, seperti pembukaan lahan baru atau pertambangan

 

b.       Dampak Negatif

1)     Menciptakan potensi konflik atau perang antar Negara

2)     penyalahgunaan persenjataan menjadi senjata pemusnah massal yang mengancam umat manusia

3)     Sebagai alat perburuan dapat mengancam eksistensi mahluk hidup di suatu tempat

4)     penggunaan biaya yang dikeluarkan sangat besar

 


Kamis, 26 Agustus 2021

2. TEKNOLOGI PERSENJATAAN

 2. TEKNOLOGI PERSENJATAAN

Teknologi persenjataan selalu mengalami perkembangan dari masa ke masa. Secara fungsional pada era tradisional senjata digunakan sebagai alat untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan. Sedangkan pada era modern penggunaan senjata identik dengan peperangan dan semangat aggressor. Teknologi senjata semakin maju dan menjadi perhatian kolektif sebuah Negara ketika dunia dilanda Perang. Beberapa jenis teknologi senjata yang dikenal antara lain:

a.      Senapan

Senapan adalah peralatan mekanik yang dapat menembakan peluru pada kecepatan tinggi. Pendorong yang digunakan berupa bubuk mesiu atau udara yang dipadatkan. Senapan mesin diciptakan oleh John Moses Browning dari Amerika Serikat tahun 1868. Pada Perang Dunia I, Jerman memiliki senapan mesin tipe Maxim MG 08. Senjata ini menjadi andalan Jerman untuk menyerang Sekutu karena mampu menembakan 500 peluru per-menit.


Senapan tipe maxsim

b.      Tank

Tank adalah kendaraan tempur lapis baja yang bergerak menggunakan roda berbentuk rantai. Tank diciptakan oleh Sri Ernest Swinton Dunlop dari Inggris tahun 1914. Ketika Perang Dunia I berlangsung, sistem parit menjadi pertahanan utama yang digunakan. Sistem pertahanan parit pada akhirnya mampu ditembus oleh Inggris menggunakan Tank Mark V. Tank ini dirancang anti peluru dan dipersenjatai meriam di setiap unitnya.



TANK

c.      Big Hertha


Big Bertha adalah meriam yang dimiliki Jerman bobot ratusan ton dengan kaliber 16,5 inci. Big Hertha dapat ditarik dengan kendaraan militer atau menggunakan penggerak sendiri


 Big Hertha

d.      Paris Gun

Paris Gun adalah granat ringan dengan berat 94 kilogram. Granat yang dikembangkan Jerman ini mampu mengebom musuh dari jarak 100 kilometer.

Paris Gun

e.      Pesawat Terbang

Pesawat terbang adalah pesawat yang mampu terbang diatas udara atau atmosfer. Pada mulanya pesawat terbang tidak dilengkapi senjata, melainkan hanya digunakan untuk kepentingan komunikasi dan pengintaian. Berkat penemuan Roland Garros dari Perancis, pesawat terbang kemudian dilengkapi senapan mesin pada kokpit yang dikendalikan oleh pilot. Pesawat pertama yang dilengkapi senapan mesin adalah pesawat Morane Saulnier milik Perancis.

 


Pesawat Morane Saulnier
 

 b.      Kapal Selam

Kapal Selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air dan umumnya digunakan untuk kepentingan militer. Sketsa kapal selam pertama kali muncul dalam lukisan Leonardo da Vinci pada abad-15. Kemudian sketsa ini diterjemahkan dalam bentuk kapal selam yang sebenarnya oleh Cornelius Van Drebbel dari Belanda pada abad-16. Dalam perkembangannya Jerman berhasil memanfaatkan teknologi kapal selam dengan menciptakan U-boat pada Perang Dunia I. U-boat mampu berlayar dibawah air dengan kecepatan 9 knot dan 17 knot diatas permukaan. U-boat dipersenjatai dengan senapan dan tabung torpedo untuk menyerang dan menenggelamkan kapal musuh. Pada Perang Dunia II U-boat berhasil disempurnakan 

f.      Senjata Kimia

Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh,melukai atau melumpuhkan musuh. Senjata kimia biasa berupa gas beracun yang terdiri dari gas belerang organic, gas sarin, gas phosgene, gas klorin, dan lain-lain.





Senjata Kimia


g.      Senjata Biologi

Senjata biologi adalah senjata yang menggunakan bakteri, virus atau organisme lainnya sebagai alat untuk membunuh, melukai atau melumpuhkan musuh. Senjata biologi yang digunakan antara lain Smallpox (cacar), Anthrax, Ebola, Plague (Pes), Tularemia, Botulinum Toxin, dan lain-lain.



Senjata Biologi




 




Kamis, 19 Agustus 2021

PERKEMBANGAN IPTEK DALAM ERA GLOBALISASI

 PERKEMBANGAN IPTEK DALAM ERA GLOBALISASI


PETA KONSEP

 


1.      Perkembangan Teknologi Luar Angkasa

Teknologi luar angkasa adalah teknologi yang digunakan untuk pergi, dan mengambil objek dari luar angkasa. Sedangkan luar angkasa atau dikenal juga dengan istilah antariksa adalah bagian luar dari atmosfer, yang merupakan hamparan kosong dan hampa udara. Pada masa perang, teknologi luar angkasa erat kaitannya dengan persenjataan. Hal ini karena secara spesifik pengembangan teknologi luar angkasa bermula dari penemuan roket yang digunakan untuk menyerang musuh dari jarak jauh.

Sejarah teknologi luar angkasa dimulai oleh Jerman pada tahun 1930-an dibawah pimpinan Wernher Von Braun, seorang insinyur dan ilmuwan roket. Wernher Von Braun dan timnya berhasil menciptakan roket V-2 atau Aggregat-4 (A4) yang digunakan sebagai senjata Jerman pada Perang Dunia II. Jerman juga membuat Amerika Bomber Project, sebuah upaya membangun pesawat yang dapat lepas landas dari Jerman kemudian menjatuhkan bom di Amerika (Sekutu). Selain itu Jerman merancang Silbervogel, roket bersayap yang dapat terbang berulang dan mampu meluncur melewati Atlantik secara lebih cepat.

Biarpun Jerman sempat menyerang kota-kota besar Eropa yang dikuasai Sekutu, namun pada akhirnya Jerman harus mengakui kekalahannya dari pihak Sekutu. Secara terbuka maupun tersembunyi melalui Paperclip Operation, ilmuwan-ilmuwan hebat dan peralatan-peralatan canggih yang dimiliki Jerman dipindahkan ke Amerika Serikat. Tujuannya adalah agar mereka berkontribusi bagi penelitian-penelitian di Amerika Serikat dan mencegah mereka agar tidak jatuh ke tangan Uni Soviet.

Terbukti para tenaga ahli Jerman yang pindah ke Amerika Serikat berhasil mengembangkan Heavy Water melalui Manhattan Project, mereka kemudian menciptakan bom atom dengan kode nama Little Boy dan Fat Man yang dijatuhkan di Kota Hirosima dan Nagasaki, Jepang. Tercatat beberapa nama ilmuwan Jerman yang bekerja untuk Amerika Serikat yaitu:


1.       Wernher Von Braun, ia bekas anggota SS Nazi Jerman yang menciptakan roket V-

2 bagi Jerman. Di Amerika Serikat ia menciptakan roket Saturnus V untuk membantu misi Apollo tahun 1969.

2.       Hubertus Strughold, ia dikenal sebagai bapak kedokteran luar angkasa karena merancang system penyokong kehidupan di luar angkasa. Ia mengawalinya dengan meneliti efek dari temperatur yang sangat rendah pada tubuh manusia di Camp Dachau, Jerman. Di Amerika Serikat ia menduduki beberapa jabatan tinggi di Angkatan Udara dan NASA.

3.       Herbert A. Wagner, ia menemukan rudal Henschel Hs 293 yang digunakan Jerman. Di Amerika Serikat ia bekerja sebagai penasihat teknik bidang pertahanan Amerika Serikat.

4.       Kurt Blome, ia seorang dokter yang ahli dalam pengembangan senjata biologi, baik ketika bekerja untuk Jerman maupun Amerika Serikat.



Teknologi luar angkasa semakin dikenal luas dunia pada masa Perang Dingin. Informasi dan propaganda yang disebarkan oleh Uni Soviet maupun Amerika Serikat membuat perbincangan mengenai luar angkasa menarik untuk diikuti. Pada tanggal 4 Oktober 1957 Uni Soviet meluncurkan satelit pertama di dunia (Sputnik I). Tidak lama kemudian pada 31 Januari 1958 Amerika Serikat meluncurkan satelit pertamanya (Exploler I). Tanggal 12 April 1961 Uni Soviet meluncurkan astronot pertama ke luar angkasa mengelilingi orbit bumi (Yuri Alekseyevich Gargarin) menggunakan kapsul Vostok I. Amerika Serikat mengikutinya dengan meluncurkan astronot (Alan B. Shepard) menggunakan kapsul Mercury I. Penerbangan ini hanya bersifat naik dan turun serta tidak mencapai orbit bumi. Uni Soviet kembali mengungguli Amerika Serikat dengan mengirim astronot (Mayor German Stephanovich) dalam penerbangan 25 jam 18 menit mengelilingi orbit bumi menggunakan Vostok II. Amerika Serikat pada akhirnya mampu melakukan tiga kali orbit dalam penerbangan 4 jam 56 menit diawaki oleh astronot (Letkol Jhon Herschel Glenn) menggunakan kapsul Friendship 7.


Setelah berlomba keluar angkasa dan mengelilingi orbit bumi, Uni Soviet dan Amerika Serikat melanjutkan rivalitasnya, kali ini bulan dipilih sebagai objek persaingannya. Pada tanggal 14 September 1959 Uni Soviet mengawalinya dengan mengirimkan satelit tanpa awak (Lunik II). Satelit ini tercatat sebagai satelit pertama yang mendarat di permukaan bulan. Selang tujuh tahun kemudian, Uni Soviet berhasil melakukan pendaratan lunak melalui satelit (Lunik IX). Tanggal 17 Juli 1969 Amerika Serikat mengejutkan dunia karena meliput pendaratan manusia pertama di bulan menggunakan satelit (Apollo-11) yang di awaki oleh Neil Amstrong dan Edwin Adrin. Total sejak pertama kali mendarat di bulan sejak tahun 1969 sampai tahun 1972 Amerika Serikat sudah mengirim tujuh kali misi ke bulan




Perkembangan dunia luar angkasa semakin meneguhkan Uni Soviet dan Amerika Serikat sebagai sebuah Negara yang mampu mengakses, mengeksplorasi dan mengeksploitasi luar angkasa yang pada periode itu masih jarang Negara lain untuk melakukannya. Pasca Perang Dingin berakhir, prinsip untuk mengembangkan luar angkasa secara lebih lanjut dibangun dengan beberapa cara yaitu:

1.       Mengirim manusia keluar angkasa

2.       Mengembangkan pesawat ruang angkasa

3.       Mengembangkan askses keruang angkasa dengan proses mudah dan lebih murah

4.       Menggunakan pesawat ruang angkasa untuk membangun stasiun ruang angkasa, Mars, dan planet-planet lainnya

5.       Menghuni stasiun ruang angkasa dan menggunakannya sebagai dasar untuk memulai ekspedisi ke bulan


Di Indonesia perkembangan teknologi luar angkasa memang berjalan agak lambat. Tahun 1963 didirikan Lembaga Penerbangan dan Antariksa (LAPAN) yang difokuskan untuk pembuatan roket dan satelit, dilanjutkan tahun 1976 Indonesia berhasil meluncurkan Sistem Komunikasi Satelit Domestik Palapa (SKSD Palapa). Pada masanya itu Indonesia menjadi Negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Kanada yang menggunakan satelit komunikasi. Rentang beberapa puluh tahun kemudian baru pada tahun 2012 Indonesia mampu menciptakan satelit sendiri yang dinamakan Lapan A2/Orari, yang pada tahun 2015 untuk pertama kalinya berhasil diluncurkan ke luar angkasa.

SKSD PALAPA

                       

Teknologi luar angkasa pasca perang dingin terlihat dalam pembentukan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) oleh Amerika Serikat dan Rusia pada 20 November 1998. ISS yang merupakan sebuah laboratorium penelitian yang ditempatkan di orbit rendah bumi itu menjadi simbol kerja sama dalam eksplorasi luar angkasa antara dua negara besar yang dulu bersaing.

ISS merupakan satelit terbesar buatan manusia. Ia dihuni oleh tiga sampai enam astronaut yang bergantian pergi-pulang selama enam bulan sekali sejak November 2000. Untuk menuju ISS, manusia menggunakan teknologi kapsul antariksa bernama Soyuz buatan Rusia, sementara logistiknya diangkut dengan kapsul Dragon milik Amerika Serikat.

Saat ini, ISS nggak cuma hasil kerja sama antara Amerika Serikat dan Rusia saja, Squad. Melainkan negara-negara seperti Kanada, Jepang, Prancis, Belgia, Denmark, Jerman, Britania Raya, Italia, Belanda, Norwegia, Swedia, Spanyol, dan Swiss juga ikut andil dalam memajukan ISS.

Selama ini, kita memang jarang mendengar prestasi Indonesia di bidang keantariksaan. Di saat bangsa-bangsa lain telah menjelajah ke luar angkasa dan bahkan mendarat di bulan, negara kita tampaknya belum mau sampai ke tahap itu, untuk urusan mengirim astronautnya ke luar angkasa, Indonesia disalip oleh India dan Malaysia.

Sebenarnya, pada tahun 1986, Indonesia sempat memiliki astronaut pertama bernama Prof. Dr. Pratiwi Sudarmono. Beliau ditugaskan untuk ikut dalam misi STS-


61H, yang bertujuan untuk mengirim satelit Palapa-B2P, Skynet 4A, dan WESTAR 6S ke orbit bumi



Pratiwi sudarmono


Pratiwi seharusnya berangkat pada tanggal 24 Juni 1986 dan pulang kembali 1 Juli 1986. Namun, rencana itu tinggal rencana. Misi dibatalkan karena adanya kecelakaan pesawat Challenger, sebuah pesawat ulang alik yang meledak 73 detik setelah diluncurkan, menyebabkan kematian tujuh awak astronautnya. Pesawat nahas itu hancur di atas Samudera Atlantik.

Sejak saat itu, teknologi luar angkasa Indonesia lebih terfokus pada sistem komunikasi satelit untuk komunikasi antardaerah dan antarnegara, serta menyambungkan komunikasi telepon, televisi, radio, faksimili, dan internet.

27 tahun berselang, Indonesia melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mulai kembali mengembangkan satelit sendiri hasil riset dan kerja sama dengan Jerman. Pada 10 Januari 2010, satelit komunikasi dan penginderaan jauh terbaru milik Indonesia yang bernama LAPAN A1 diluncurkan.

Lalu pada September 2015, LAPAN yang bekerja sama dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI), sukses meluncurkan satelit LAPAN A2 dengan menumpang satelit milik India. Hingga yang terbaru, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB), LAPAN meluncurkan satelit LAPAN A3 pada tahun 2016. Ketiga satelit terbaru Indonesia itu memiliki tugas yang hampir sama, tetapi dengan teknologi satelit yang berbeda dan semakin berkembang.